Pengawasan Mutu Beras
Oleh: Rahmah Indrayati, SP
Penyuluh Pangan
Dinas Ketahanan Pangan
Kabupaten Indragiri Hulu
Penjualan beras oplosan jelas merugikan konsumen——baik secara ekonomi maupun dari segi informasi produk yang menyesatkan. Konsumen berisiko membayar mahal untuk produk yang kualitasnya jauh di bawah standar. Situasi ini menegaskan pentingnya pengawasan mutu pangan serta mendorong pelaku usaha untuk melakukan uji mutu beras secara berkala di laboratorium terakreditasi demi menjaga transparansi, kualitas, dan kepercayaan konsumen.
Badan Pangan Nasional (BPN) melalui Panduan Implementasi Persyaratan Mutu dan Label Beras Tahun 2023 telah menetapkan klasifikasi mutu yang wajib dipatuhi.
Berdasarkan kelas mutu, beras terdiri atas:
1. Beras premium;
2. Beras medium;
3. Beras submedium; dan
4. Beras pecah
Perum BULOG terus memperkuat sistem pengawasan dan perawatan terhadap beras di seluruh gudang penyimpanan sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Upaya ini dilakukan secara terstruktur dan profesional untuk memastikan setiap butir beras yang disimpan dan disalurkan kepada masyarakat selalu dalam kondisi terbaik.
Di setiap gudang, BULOG menugaskan petugas khusus yang bertanggung jawab melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap kualitas gabah maupun beras hasil serapan dari petani. Seluruh beras yang masuk wajib melewati proses pemeriksaan menyeluruh, dengan melibatkan surveyor independen untuk menjamin transparansi dan akurasi standar mutu.
“Pengawasan kualitas dilakukan sejak tahap penerimaan hingga masa penyimpanan. Kami memastikan kualitas tetap terjaga demi mendukung ketahanan pangan nasional. Tak hanya di awal penerimaan, BULOG juga menerapkan sistem perawatan berkala terhadap stok beras yang tersimpan. Prinsip Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT) menjadi acuan utama dalam pengelolaan komoditas. PHGT mencakup kebersihan gudang, pemantauan kondisi secara rutin, tindakan preventif seperti penyemprotan (spraying), hingga langkah kuratif seperti fumigasi apabila terjadi serangan hama.
Langkah-langkah pengawasan dan perawatan ini merupakan bagian dari komitmen BULOG dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan ketersediaan beras yang aman, layak konsumsi, dan bermutu tinggi. Kualitas beras yang terjaga ini sangat penting tidak hanya untuk mendukung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), di mana masyarakat bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau, tetapi juga untuk mendukung program Bantuan Pangan (Banpang) agar para penerima manfaat memperoleh beras yang aman dan sesuai standar konsumsi.
Sumber:
https://badanpangan.go.id/blog/post/nfa-perkuat-pemantauan-beras-pastikan-mutu-dan-ketersediaan-di-ritel-dan-pasar-rakyat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar