Rabu, 28 Juni 2023

TIPS MENGAWETKAN MAKANAN DENGAN AMAN

 

Oleh: Rahmah Indrayati, SP

Penyuluh Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hulu

Makanan yang Kita konsumsi setiap hari merupakan bahan makanan yang sifatnya mudah rusak, sehingga makanan yang terlalu lama disimpan akan basi. Kondisi ini akan menjadikannya sudah tidak layak untuk dikonsumsi dan apabila dipaksakan akan menimbulkan gangguan pencernaan dan kesehatan tubuh lainnya. Semua bahan makanan baik yang mentah dan belum mengalami proses memasak hingga yang sudah dimasak dan siap santap cenderung mudah untuk rusak sehingga kemudian muncul ide untuk menjadikan makanan lebih tahan lama. Nah, berikut ini beberapa cara mengawetkan bahan makanan yang aman agar lebih tahan lama.

1. Pendinginan

Cara ini adalah cara yang paling dikenal oleh masyarakat pada umumnya sebab cara ini sudah sering digunakan oleh masyarakat desa maupun perkotaan. Pada dasarnya, konsep pendinginan adalah memasukkan makanan di sebuah tempat yang bersuhu rendah. Kita dapat memanfaatkan kulkas. Di dalam kulkas kita dapat mengawetkan sosis, kentang, sayur, daging, telur, buah, bahkan ikan. Kita juga bisa memakai wadah yang berisi es. Wadah yang berisi es tersebut biasa dipakai para nelayan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya. Suhu pengawetan makanan dengan pendinginan antara -4° sampai 0° Celcius.

1. Pendinginan

 

 

2. Pengeringan

Teknik pengeringan dengan cara dijemur, dioven, atau dipanaskan. Prinsip pengeringan menggunakan prinsip bahwa mikroorganisme menyukai tempat yang lembab dan basah yang memiliki kadar air. Jadi semakin kering makanan, mikroorganisme akan mati dan pembusukan tidak akan terjadi.

 2. Pengeringan

3. Pengasapan

Cara mengawetkan dengan pengasapan dilakukan dengan menaruh makanan di dalam sebuah tempat yang kemudian akan diasapi dari bawah. Mengawetkan makanan dengan cara seperti ini sebenarnya belum mampu membuat makanan benar-benar awet dalam jangka waktu yang lama karena pada umumnya cara ini masih harus dipadukan dengan pengasinan dan pengeringan.

3. Pengasapan

4. Pengalengan

Cara yang satu ini termasuk paduan antara teknik kimiawi dan fisika. Teknik kimiawi yaitu dengan cara memasukkan zat pengawet, sedangkan fisikannya dengan memasukkan makanan ke dalam ruang hampa udara. Makanan dimasukkan ke dalam kaleng aluminium atau benda logam lainnya lalu diberi zat pengawet seperti garam, asam, atau gula. Biasanya yang diawetkan dalam kaleng adalah sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, daging, susu, kopi, teh, dan lain-lain.

4. Pengalengan

5. Pemanisan

Cara pengawetan makanan ini dengan memasukkan makanan ke dalam medium yang mengandung gula dengan kadar konsentrasi sebesar 40% untuk menurunkan kadar mikroorganisme. Jika kadar konsentrasinya 70% maka dapat mencegah kerusakan makanan. Contoh makanan yang diawetkan dengan cara ini adalah susu, agar-agar, jeli, dan manisan buah.

6. Pengasinan

Cara yang terakhir ini tentu saja menggunakan bahan yang sering kita pakai yaitu garam dapur. Maka dari itu cara ini bisa juga disebut dengan teknik penggaraman. Garam merupakan zat yang bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk. Cara ini biasa digunakan pada masyarakat pesisir pantai untuk membuat ikan asin. Pembuatan ikan asin ini juga merupakan paduan antara teknik pengeringan dan pengasapan. 6. Pengasinan

Sumber: https://suksesjayamlg.com/dnews/2/tips-mengawetkan-bahan-makanan-secara-alami.html

http://www.kompasiana.com/

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6295010/7-teknik-pengawetan-makanan-apa-saja

CARA MENCUCI SAYUR AGAR BEBAS DARI PESTISIDA

 

Oleh: Rahmah Indrayati, SP

Penyuluh Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hulu



Sayuran memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh karena kandungannya. Namun, sebagian besar sayuran pasti memiliki kandungan pestisida. Untuk menjaga kualitas dan mencegah gagal panen, petani sayur dan buah biasanya menggunakan pestisida untuk membasmi hama pada tanaman tersebut.

Tentunya, produk yang terkena pestisida harus kamu bersihkan dengan benar. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui cara benar hilang. Sebagian besar orang terkadang hanya menggunakan air mengalir saja untuk mencuci sayuran.

Cara Mencuci Sayur agar Bebas dari Pestisida

Konsumsi sayuran terbukti dapat meningkatkan kesehatan dan menangkal sejumlah penyakit. Jika kamu tidak membersihkan sayuran, sisa pestisida bisa tertinggal dan membahayakan kesehatan.

Sebenarnya, cara paling aman untuk menghindari sayuran berpestisida yang berbahaya adalah dengan menanam sendiri atau hanya membeli produk organik. Namun, tidak semua orang dapat melakukan ini. Oleh karena itu, cara yang paling baik adalah dengan mencuci sayuran secara menyeluruh hingga pestisida benar-benar hilang.

Berikut adalah beberapa cara mencuci sayur agar bebas dari pestisida:

1.       Cuci Tangan sebelum Mencuci Sayur

Mencuci tangan adalah langkah yang paling pertama sebelum mencuci buah dan sayuran. Ini karena kamu tidak akan tahu berapa banyak bakteri atau mikroorganisme yang ada pada tangan yang dapat berpindah ke sayuran. Hal yang sama juga harus kamu lakukan setelah mencuci sayuran. 

2.       Gunakan Air Mengalir

Cuci sayur di bak cuci dengan air yang mengalir. Jangan pernah mencuci sesuatu dalam wadah yang berisi air.

Kebanyakan orang masih mencuci sayur dengan hanya mencelupkan ke dalam bak berisi genangan air. Air yang menggenang sudah terkontaminasi mikroorganisme yang dapat mengotori sayuran. Oleh karena itu, lebih baik mencuci sayuran dengan air mengalir.

3.       Potong Bagian Sayur yang Rusak

Langkah selanjutnya adalah memisahkan bagian yang rusak pada sayur. Tidak semua bagian sayur sudah matang sempurna, jadi perhatikan seluruh bagian pada sayuran. Biasanya, bagian yang rusak akan berwarna hitam.

4.       Rendam dengan Air Garam atau Cuka

Merendam sayuran dalam larutan garam sebanyak 10 persen selama 20 menit dapat menghilangkan sebagian besar residu dari pestisida yang ada pada sayur. Selain itu, cuka adalah bahan lain yang efektif menghilangkan pestisida dari sayuran.

Merendam dengan larutan cuka selama sekitar 20 menit sudah cukup menghilangkan pestisida secara menyeluruh. Cuka juga dapat menghilangkan banyak jenis bakteri yang mungkin ada pada makanan. 

5.       Gunakan Sabun Khusus Cuci Sayuran

Selain itu, ada sabun berbahan alami yang dirancang khusus untuk mencuci buah dan sayuran. Ada bahan anti bakteri yang aman dan bisa menghilangkan kuman dari buah dan sayuran, seperti misalnya sabun yang mengandung jeruk nipis.

6.       Bilas dan Keringkan

Pastikan sayuran sudah benar-benar bebas dari kotoran dan sabun setelah dicuci. Untuk memastikan, bilas sayuran di bawah air mengalir. Setelah memastikan sayuran bebas dari sisa kotoran atau pestisida, keringkan dengan handuk bersih.

Setelah kering, masukkan sayuran ke dalam wadah spick-and-span. Pastikan sayuran kering dengan sempurna agar tidak menjamur.

Itulah pembahasan seputar cara mencuci sayuran dengan baik Semoga Bermanfaat.

Sumber:https://www.halodoc.com/artikel/begini-6-cara-mencuci-sayur-agar-bebas-dari-pestisida

https://mediakom.kemkes.go.id/2021/05/bahan-alami-mencuci-sayuran-dan-buah-buahan/#:~:text=Cara%20mencuci%20buah%20dan%20sayur%20menggunakan%20air%20garam%3A,dalam%20larutan%20air%20garam%20tersebut.

BERTANAM SAYAURAN UNTUK KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN

  BERTANAM SAYAURAN UNTUK KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN   Oleh: Rahmah Indrayati, SP Penyuluh Pangan   Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indr...