Rabu, 29 November 2023

 

 PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN

 

Oleh: Rahmah Indrayati, SP

Penyuluh Pangan

 

Dinas Ketahanan Pangan

Kabupaten Indragiri Hulu

 

 

Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) adalah pangan asal tumbuhan yang dapat dikonsumsi langsung dan/atau yang dapat menjadi bahan baku pangan olahan yang mengalami pengolahan minimal meliputi pencucian, pengupasan, pendinginan, pembekuan, pemotongan, pengeringan, penggaraman, pencampuran, penggilingan, pencelupan (blanching), dan/atau proses lain tanpa penambahan bahan tambahan pangan kecuali pelapisan dengan bahan penolong lain yang diijinkan untuk memperpanjang masa simpan.

Keamanan Pangan merupakan kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Dalam upaya mewujudkan sistem jaminan mutu di Indonesia, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan standardisasi melalui Peraturan Pemerintah No.102 tahun 2000 tentang “Standardisasi Nasional” yang selanjutnya PP dimaksud dijabarkan di sektor pertanian melalui keputusan-keputusan Menteri Pertanian No.170 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standardisasi Nasional di sektor pertanian. Dalam keputusan ini juga memuat tentang kebijakan sistem jaminan mutu di sektor pertanian.

  

            Penerapan jaminan mutu merupakan langkah penting bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pengakuan formal terkait dengan jaminan mutu yang diwujudkan dalam bentuk sertifikat. Sertifikat tersebut merupakan alat bukti penerapan sistem manajemen mutu dan menjadi jaminan terhadap dapat diterimanya suatu produk pertanian baik dipasar domestik, regional maupun internasional.

 

Beberapa fenomena yang dihadapi masyarakat produsen dan konsumen terkait keamanan pangan  seperti penggunaan pupuk dan penyemprotan  pestisida yang tidak bijaksana pada pertanaman, penjualan bahan kimia tersebut tidak diawasi ketat, dan mungkin tidak ada pelaporan secara berkala kepada instansi pemerintah yang berwenang.  Fenomena lain pangan impor yang telah diawetkan siap konsumsi dapat dijumpai dimana saja. Kondisi ini menuntut perlunya  optimalisasi pengawasan bahan berbahaya  terhadap  pangan.

 

Pembinaan keamanan pangan pada masyarakat produsen dan konsumen menjadi tanggung jawab bersama baik di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota. Persyaratan yang harus diterapkan pelaku usaha panganuntuk menjamin keamanan pangan segar perlu menjadi perhatian , persyaratan yang dimaksud yaitu cara budidaya yang baik, cara penanganan pasca panen yang baik, cara distribusi yang baik, cara penjualan yang baik dan ketelusuran terhadap asal usul produk pangan segar yang diedarkan di pedagang antara atau peritail.

Sumberhttps://disketapang.bantenprov.go.id/berita/pengawasan-keamanan-pangan-segar-asal-tumbuhan-di-giant-lebak

https://mmc.kotawaringinbaratkab.go.id/berita/peran-dkp-dalam-keamanan-pangan-di-kobar

 

Cara Mencuci Sayuran Bebas Pestisida

 

Oleh: Rahmah Indrayati, SP

Penyuluh Pangan

 

Dinas Ketahanan Pangan

Kabupaten Indragiri Hulu

 

Pestisida merupakan senyawa kimia yang sering digunakan pada buah dan sayur untuk mengatasi serangan hama. Pestisida yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang banyak dapat berbahaya bagi kesehatan. Untuk itu, penting menghilangkan sisa pestisida pada buah dan sayur sebelum dikonsumsi.

Ketika membeli sayuran dan buah-buahan, Anda sadar bukan jika keduanya pasti masih mengandung residu akibat pestisida. Ternyata, mencuci dengan menggunakan air saja tidak cukup. Residu pestisida yang masih menempel pada sayuran dan buah-buahan sangat berbahaya jika dikonsumsi. Selain itu, akan mengurasi tingkat kelezatannya juga.

Menghilangkan pestisida pada buah dan sayur memerlukan pengolahan yang tepat agar kandungan yang didalam tidak berkurang. Berikut cara mengolah buah dan sayur agar bersih dari sisa pestisida dan nutrisinya tetap terjaga.

Berikut ini beberapa trik pintar yang dapat menghilangkan sisa residu pada buah dan sayuran dengan mudah.

1. Cuci bersih

Mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh bisa membantu Anda menyingkirkan kotoran yang menempel di permukaan luar kedua jenis makanan itu.

Sayuran seperti kentang dan buah-buahan seperti sawo sering terdapat kotoran yang menempel di kulitnya. Mencuci jenis buah dan sayur seperti itu dengan air dingin akan membantu Anda menyingkirkan kotoran. Tentu saja, cara ini bermanfaat jika nantinya Anda ingin mengonsumsi bersama kulitnya.

2. Rendam dengan air garam

Merendam buah dan sayuran dalam air garam dapat membantu menyingkirkan kotoran bersama dengan bahan kimia dan pestisida. Hal ini karena garam ampuh membunuh bakteri.

3. Mengupas

Karena banyak sayuran dan buah yang kulitnya terkontaminasi residu kotoran atau tebal, cara terbaik menyingkirkan bahan kimia itu adalah dengan mengupas kulit kedua jenis makanan itu.

4. Dipanaskan

Memanaskan buah dan sayur pada suhu ekstrem efektif menyingkirkan bahan kimia dan pestisida.

Caranya, rebus air terlebih dahulu, rendam buah atau sayur dalam air ini selama 15 detik sampai 1 menit. Setelah itu, pindahkan buah atau sayur yang telah direbus ke mangkuk berisi air es. Dengan cara ini, kotoran akan lepas.

5. Rendam dalam larutan asam lemon/sitrat

Lemon atau asam sitrat yang dicampur dalam air menghasilkan larutan antimikroba. Dengan begitu, larutan ini akan menghancurkan kuman dan bakteri yang ada pada buah dan sayuran.

6. Menyikat buah dari lapisan lilin

Buah terutama apel lazim mengandung lapisan lilin di kulitnya. Cara terbaik untuk mengetahui ada tidaknya lapisan lilin adalah dengan menyikat atau menggaruk kulit buah menggunakan pisau atau bahkan kuku Anda.

7. Rendam dengan air kunyit

Kunyit adalah bumbu yang biasa digunakan masyarakat India di masa lalu untuk menyingkirkan kotoran dan bakteri dari makanan. Tuangkan 1 sendok teh kunyit di air, lalu rendamlah buah dan sayuran dalam larutan ini.

8. Gunakan cuka putih

Cara ini mengharuskan Anda menakar 10 persen cuka dan 90 persen air. Setelah campuran siap, biarkan buah dan sayuran terendam dalam larutan ini selama 15—20 menit. Setelah itu, bilas. Cuka bisa mengurangi residu pestisida. Namun, tidak akan menyingkirkan secara tuntas. Untuk informasi, jangan rendam buah yang memiliki tekstur lembut seperti buah beri ke dalam larutan ini

Sumber:  https://gokomodo.com/blog/cara-mudah-menghilangkan-sisa-pestisida-pada-sayur-dan-buah

https://dkp.bogorkab.go.id/trik-mudah-hilangkan-residu-pestisida-pada-sayuran-dan-buah/

BERTANAM SAYAURAN UNTUK KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN

  BERTANAM SAYAURAN UNTUK KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN   Oleh: Rahmah Indrayati, SP Penyuluh Pangan   Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indr...