Sabtu, 31 Januari 2026

BERTANAM SAYAURAN UNTUK KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN

 

BERTANAM SAYAURAN UNTUK KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN

 

Oleh: Rahmah Indrayati, SP

Penyuluh Pangan

 

Dinas Ketahanan Pangan

Kabupaten Indragiri Hulu

 

Konsumsi sayuran setiap hari harus dilakukan karena sayuran sangat penting bagi tubuh manusia. Oleh karenanya diperlukan usaha-usaha dalam mendapatkan sayuran yang sehat dengan harga murah. Salah satu usaha yang sangat mungkin dilakukan masyarakat adalah dengan menanam sendiri di pekarangan rumah. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk menumbuhkembangkan minat dan  motivasi masyarakat untuk dapat menanam sayuran secara mandiri di rumah sehingga dapat mengurangi pengeluaran belanja dan dapat mewujudkan kemandirian pangan keluarga, khususnya dalam pemenuhan nutrisi sayuran. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk bertanam sayuran yang bisa dikonsumsi sehari-hari. Disamping itu, sampah rumah tangga juga bisa diolah menjadi pupuk yang dapat menunjang pertumbuhan sayuran. Dengan demikian, masyarakat dapat menghemat pengeluaran belanja karena sayuran yang dikonsumsi merupakan tanaman pekarangan sendiri. Dari kegiatan tersebut dapat disarankan supaya warga lebih antusias dalam memanfaatkan pekarangan rumahnya menjadi lahan yang menghasilkan, baik untuk konsumsi sendiri atau bahkan dapat dipasarkan

Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat salah satunya melalui konsumsi sayururan yang secara Cuma-Cuma tanpa harus mengeluarkan koin dari kantong setiap hari. Dalam hal ini salah satu hal yang ditekankan adalah tingkat mengkonsumsi sayuran, Sebagian vitamin dan mineral yang terdapat dalam sayur  mempunyai fungsi sebagai antioksidan sehingga dapat mengurangi kejadian penyakit tidak menular terkait gizi, sebagai dampak dari kelebihan atau kekurangan gizi. Pemenuhan perbaikan gizi keluarga dalam peningkatan konsumsi sayur dapat diperoleh dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai budidaya tanaman sayuran. Sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang sehat dan peningkatan bahan pangan bergizi.

Menanam sayur di pekarangan rumah bisa jadi solusi untuk mendapatkan sumber pangan yang aman dan bebas dari pestisida. Pekarangan rumah juga akan semakin terlihat indah dengan adanya kebun sayur.

Berbagai tanaman yang bisa ditanam antara lain cabai, kangkung, bayam, sawi dan tanaman jangka pendek lainnya, yang hanya butuh waktu sebulan untuk panen.

 

Sumber: https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/MNDBHRU/article/view/1877/0

https://psw.ugm.ac.id/2020/07/02/penanaman-sayur-dalam-rangka-ketahanan-pangan-keluarga/

PANGAN SEGAR BEBAS RESIDU PESTISIDA

 

PANGAN SEGAR BEBAS RESIDU PESTISIDA

 

 

Oleh: Rahmah Indrayati, SP

Penyuluh Pangan

 

Dinas Ketahanan Pangan

Kabupaten Indragiri Hulu

 

 

Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) adalah pangan asal tumbuhan yang dihasilkan dari proses pasca panen untuk konsumsi, maupun sebagai bahan baku.(24/1/2021)

Pangan Segar Asal Tumbuhan merupakan pangan yang beresiko tinggi terhadap cemaran kimia (residu pestisida, mikotoksin, logam berat) yang dapat mengganggu kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan pengawasan keamanan pangan terhadap pemasukan pangan segar asal tumbuhan mulai dari tempat produksi.

Permentan RI nomor 53/PERMENTAN/KR.040/12/2018 menyebutkan bahwa keamanan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah PSAT dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Dewasa ini penggunaan zat kimia seperti pestisida masih banyak digunakkan oleh para petani untuk memberantas hama dan penyakit tanaman, selain itu penggunaan pestisida bertujuan agar hasil produksi meningkat dan kualitasnya baik. Dengan penggunaan pestisida maka secara langsung maupun tidak langsung, bahan pangan tersebut akan terkontaminasi oleh residu pesisida yang ditinggalkannya.

Efek Residu Pestisida terhadap Manusia bermacam-macam, dari kasus yang ringan hingga yang berat. Contoh kasus yang ringan, bahaya pestisida mencakup timbulnya sejumlah gejala, yaitu sakit kepala, mual, otot terasa nyeri, kesemutan dan rasa lelah yang luar biasa. Untuk kasus berat, dapat menimbulkan kanker dan menurunkan kekebalan tubuh.

Solusi untuk menghilangkan/ mengurangi residu pestisida pada sayuran dan buah :

1. Mencuci buah/sayuran dengan menggunakan air mengalir dengan harapan residu pestisida yang menempel tersebut dapat larut atau hilang.

2. Mencuci sayur/buah dengan sabun khusus food grade atau  campuran air dengan jeruk nipis/lemon/garam/cuka putih/bubuk kunyit/baking soda  kemudian dicuci di bawah air mengalir selama 30 detik.

3. Menggosok  bagian-bagian sayur/buah dengan detail pada saat proses pencucian, misalnya pada lipatan halus, tangkai, serta gumpalan kuntum bunga pada kol dan brokoli dan lain-lain.

4. Tidak disarankan mencuci menggunakan air di dalam wadah karena residu pestisida masih bisa menempel

5. Mengupas kulit buah untuk menurunkan residu pestisida.

6. Membuang lapisan terluar dari sayuran yang berlapis-lapis seperti pada selada, kol, dan sawi. Bagian terluar ini paling banyak terpapar pestisida, sehingga lebih baik tidak dikonsumsi.

7. Merendam sayur dan buah pada air panas atau dikenal dengan blanching efektif menurunkan residu 38-97%, karena air panas dapat memicu pelepasan dan pengurangai pestisida  ke dalam air dan uap air.

8. Merebus sayur  juga efektif menurunkan residu pestisida, termasuk pestisida sistemik.

9. Setelah memastikan tidak ada lagi kotoran/pestisida yang menempel pada buah/sayur, keringkan dan  tempatkan sayur/buah ke dalam wadah yang bersih. 

10. Menanam secara mandiri sayur-sayuran dan buah.


 

 

Sumber: 

 https://disperta.madiunkota.go.id/2021/01/24/pengujian-dan-pengawasan-pangan-segar-asal-tumbuhan-psat/

https://pertanian.jogjakota.go.id/detail/index/12184

BERTANAM SAYAURAN UNTUK KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN

  BERTANAM SAYAURAN UNTUK KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN   Oleh: Rahmah Indrayati, SP Penyuluh Pangan   Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indr...