Selasa, 12 Desember 2023

 

TRIK MUDAH HILANGKAN RESIDU PESTISIDA PADA SAYURAN DAN BUAH

 

Oleh: Rahmah Indrayati, SP

Penyuluh Pangan

 

Dinas Ketahanan Pangan

Kabupaten Indragiri Hulu

 

 

Penggunaan pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman selalu meninggalkan residu pestisida pada hasil pertaniannya.  Hampir 96% petani di Indonesia menggunakan pestisida kimia dalam mengendalikan hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) karena dianggap efektif, muda digunakan dan menguntungkan secara ekonomi.

Sayur dan buah denngan residu pestisida yang dikonsumsi dalam jangka Panjang akan menimbulkan gangguan Kesehatan, bahkan dapat menyebabkan kematian.  Gejala ringan yang ditimbulkan dari residu pestisida seperti sakit perut dan muntah, gejala keracunan akut seperti sakit kepala, mual, muntah, keletihan dan tremor.  Akumulasi residu pestisida pada tubuh manusia menyebabkan efek keracunan kronis, yaitu kerusakan system saraf, sistem imunitas tubuh, system reproduksi, serta kerusakan sel2sel hati dan ginjal.

Kunci dalam penggunaan pestisida yaitu memperhatikan jenis tanaman, hama yang menyerang, ekosistem dan tempat aplikasi. Pertama harus ditentukan jenis tanaman dan organisme yang menyerang, kemudian memilih pestisida yang sesuai.  Selain itu, penggunaan pestisida harus diterapkan secara wajar agar tidak merugikan ekosistem dan pengguna, yaitu pengguna dan konsumen pestisida.

Penggunaan pestisida harus memperhatikan 5 (lima) hal yang benar yaitu: tepat objek, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis dan tepat cara.  Sebelum menggunakan pestisida, harus ditentukan tujuan penggunaan pestisida.  Untuk mengurangi residu pada hasil tanaman, penggunaan insektisida sistemik harus dihentikan setidaknya satu bulan sebelum panen dan aplikasi insektisida kontak harus dihentikan  satu minggu sebelum panen.  Pestisida sistemik tidak boleh digunakan pada sayuran berumur pendek seperti bayam, selada dan kangkung.

Bagi masyarakat umum yang menjadi konsumen dari buah dan sayur akan sangat sulit untuk mengendalikan penggunaan pestisida  yang digunakan oleh petani.  Oleh karena itu, diperlukan metode atau cara untuk mengurangi residu pestisida pada buah dan sayur yang diterima oleh masyarakat umum.  Metode-metode untuk mengurangi residu pestisida pascapanen diantaranya pencucian produk hasil pertanian, penggunaan ozon dan penyesuaian pH.

Berikut ini beberapa trik pintar yang dapat menghilangkan sisa residu pada buah dan sayuran dengan mudah.

1. Cuci bersih

Mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh bisa membantu Anda menyingkirkan kotoran yang menempel di permukaan luar kedua jenis makanan itu.

Sayuran seperti kentang dan buah-buahan seperti sawo sering terdapat kotoran yang menempel di kulitnya. Mencuci jenis buah dan sayur seperti itu dengan air dingin akan membantu Anda menyingkirkan kotoran. Tentu saja, cara ini bermanfaat jika nantinya Anda ingin mengonsumsi bersama kulitnya.

2. Rendam dengan air garam

Merendam buah dan sayuran dalam air garam dapat membantu menyingkirkan kotoran bersama dengan bahan kimia dan pestisida. Hal ini karena garam ampuh membunuh bakteri.

3. Mengupas

Karena banyak sayuran dan buah yang kulitnya terkontaminasi residu kotoran atau tebal, cara terbaik menyingkirkan bahan kimia itu adalah dengan mengupas kulit kedua jenis makanan itu.

4. Dipanaskan

Memanaskan buah dan sayur pada suhu ekstrem efektif menyingkirkan bahan kimia dan pestisida.

Caranya, rebus air terlebih dahulu, rendam buah atau sayur dalam air ini selama 15 detik sampai 1 menit. Setelah itu, pindahkan buah atau sayur yang telah direbus ke mangkuk berisi air es. Dengan cara ini, kotoran akan lepas.

5. Rendam dalam larutan asam lemon/sitrat

Lemon atau asam sitrat yang dicampur dalam air menghasilkan larutan antimikroba. Dengan begitu, larutan ini akan menghancurkan kuman dan bakteri yang ada pada buah dan sayuran.

6. Menyikat buah dari lapisan lilin

Buah terutama apel lazim mengandung lapisan lilin di kulitnya. Cara terbaik untuk mengetahui ada tidaknya lapisan lilin adalah dengan menyikat atau menggaruk kulit buah menggunakan pisau atau bahkan kuku Anda.

7. Rendam dengan air kunyit

Kunyit adalah bumbu yang biasa digunakan masyarakat India di masa lalu untuk menyingkirkan kotoran dan bakteri dari makanan. Tuangkan 1 sendok teh kunyit di air, lalu rendamlah buah dan sayuran dalam larutan ini.

8. Gunakan cuka putih

Cara ini mengharuskan Anda menakar 10 persen cuka dan 90 persen air. Setelah campuran siap, biarkan buah dan sayuran terendam dalam larutan ini selama 15—20 menit. Setelah itu, bilas. Cuka bisa mengurangi residu pestisida. Namun, tidak akan menyingkirkan secara tuntas. Untuk informasi, jangan rendam buah yang memiliki tekstur lembut seperti buah beri ke dalam larutan ini ya.

 

 Sumberhttps://pertanian.sultengprov.go.id/kiat-mengurangi-kadar-residu-pestisida/#:~:text=Campuran%20air%20dan%20cuka%20dapat%20menghilangkan%20residu%20pestisida%20pada%20buah%20dan%20sayur.&text=Larutan%20air%20dan%20soda%20kue,sayur%20selama%205%2D10%20menit.

https://dkp.bogorkab.go.id/trik-mudah-hilangkan-residu-pestisida-pada-sayuran-dan-buah/

 

PANGAN SEGAR BEBAS RESIDU PESTISIDA

 

 

Oleh: Rahmah Indrayati, SP

Penyuluh Pangan

 

Dinas Ketahanan Pangan

Kabupaten Indragiri Hulu

 

 

Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) adalah pangan asal tumbuhan yang dihasilkan dari proses pasca panen untuk konsumsi, maupun sebagai bahan baku.(24/1/2021)

Pangan Segar Asal Tumbuhan merupakan pangan yang beresiko tinggi terhadap cemaran kimia (residu pestisida, mikotoksin, logam berat) yang dapat mengganggu kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan pengawasan keamanan pangan terhadap pemasukan pangan segar asal tumbuhan mulai dari tempat produksi.

Permentan RI nomor 53/PERMENTAN/KR.040/12/2018 menyebutkan bahwa keamanan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah PSAT dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.

Dewasa ini penggunaan zat kimia seperti pestisida masih banyak digunakkan oleh para petani untuk memberantas hama dan penyakit tanaman, selain itu penggunaan pestisida bertujuan agar hasil produksi meningkat dan kualitasnya baik. Dengan penggunaan pestisida maka secara langsung maupun tidak langsung, bahan pangan tersebut akan terkontaminasi oleh residu pesisida yang ditinggalkannya.

Efek Residu Pestisida terhadap Manusia bermacam-macam, dari kasus yang ringan hingga yang berat. Contoh kasus yang ringan, bahaya pestisida mencakup timbulnya sejumlah gejala, yaitu sakit kepala, mual, otot terasa nyeri, kesemutan dan rasa lelah yang luar biasa. Untuk kasus berat, dapat menimbulkan kanker dan menurunkan kekebalan tubuh.

Solusi untuk menghilangkan/ mengurangi residu pestisida pada sayuran dan buah :

1.     Mencuci buah/sayuran dengan menggunakan air mengalir dengan harapan residu pestisida yang menempel tersebut dapat larut atau hilang.

2.     Mencuci sayur/buah dengan sabun khusus food grade atau  campuran air dengan jeruk nipis/lemon/garam/cuka putih/bubuk kunyit/baking soda  kemudian dicuci di bawah air mengalir selama 30 detik.

3.     Menggosok  bagian-bagian sayur/buah dengan detail pada saat proses pencucian, misalnya pada lipatan halus, tangkai, serta gumpalan kuntum bunga pada kol dan brokoli dan lain-lain.

4.     Tidak disarankan mencuci menggunakan air di dalam wadah karena residu pestisida masih bisa menempel

5.     Mengupas kulit buah untuk menurunkan residu pestisida.

6.     Membuang lapisan terluar dari sayuran yang berlapis-lapis seperti pada selada, kol, dan sawi. Bagian terluar ini paling banyak terpapar pestisida, sehingga lebih baik tidak dikonsumsi.

7.     Merendam sayur dan buah pada air panas atau dikenal dengan blanching efektif menurunkan residu 38-97%, karena air panas dapat memicu pelepasan dan pengurangai pestisida  ke dalam air dan uap air.

8.     Merebus sayur  juga efektif menurunkan residu pestisida, termasuk pestisida sistemik.

9.     Setelah memastikan tidak ada lagi kotoran/pestisida yang menempel pada buah/sayur, keringkan dan  tempatkan sayur/buah ke dalam wadah yang bersih. 

10.  Menanam secara mandiri sayur-sayuran dan buah.

 

Sumber: 

 https://disperta.madiunkota.go.id/2021/01/24/pengujian-dan-pengawasan-pangan-segar-asal-tumbuhan-psat/

https://pertanian.jogjakota.go.id/detail/index/12184

BERTANAM SAYAURAN UNTUK KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN

  BERTANAM SAYAURAN UNTUK KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN   Oleh: Rahmah Indrayati, SP Penyuluh Pangan   Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indr...