5 KUNCI KEAMANAN pANGAN
Oleh: Rahmah Indrayati, SP
Penyuluh Pangan
Dinas Ketahanan Pangan
Kabupaten Indragiri Hulu
Dalam mengonsumsi makanan tentu kita tidak hanya cukup mementingkan kenyang saja. Namun lebih dari itu ada nilai kelengkapan gizi, keberagaman, dan juga kehigienisan makanan yang perlu kita perhatikan.
Maka dari itu, Badan Kesehatan dunia atau World Health Organizations (WHO) mengeluarkan aturan 5 kunci keamanan pangan untuk menjamin kesehatan masyarakat
Mari kita simak penjelasannya berikut ini.
1. Jagalah kebersihan
Salah satunya adalah dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah pangan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah kuman berbahaya yang tersebar luas di tanah dan air.
Cucilah tangan sesudah dari toilet dan juga sanitasi seluruh permukaan yang kontak dengan pangan dan alat untuk pengolahan pangan.
Jagalah area dapur dan pangan dari serangga, hama, dan binatang lainnya.
Meski rata-rata mikroba tidak menyebabkan gangguan kesehatan, namun mikroba patogen tersebar luas di tanah, air, hewan, dan manusia. Mikroba ini terbawa oleh pangan, serbet, dan peralatan, terutama pada talenan yang dapat mencemari pangan dan menyebabkan penyakit.
2. Masaklah dengan benar
Masaklah makanan pada suhu minimal 70 derajat Celcius sehingga makanan aman dikonsumsi, khususnya jika memasak daging sapi, unggas, telur dan hasil laut. Rebuslah pangan seperti sup sampai mendidih.
Pangan yang benar-benar harus diperhatikan adalah daging, terutama daging cincang, daging panggang utuh, dan potongan daging besar.
Untuk daging, usahakan cairannya berwarna jernih atau bening. dan saat memanaskan makanan sebaiknya tidak terlalu lama karna akan mengurangi kandungan gizi dari makanan tersebut.
Memasak pangan dengan tepat dapat membunuh mikroba patogen. Pangan yang dimasak dengan suhu internal 70°C dapat memberi kepastian pangan aman untuk dikonsumsi.
3. Jagalah pangan pada suhu aman
Hal ini dikarenakan kuman dapat berkembang biak dengan sangat cepat jika pada suhu ruang. Suhu di bawah 5 derajat Celcius dan di atas 60 derajat Celcius adalah bisa memperlambat pertumbuhan kuman.
sebaiknya tidak membiarkan makanan matang berada pada suhu ruangan selama lebih dari 2 jam serta simpan segera semua pangan segar pada lemari pendingin tetapi juga sebaiknya tidak menyimpan makanan terlalu lama dalam lemari pendingin.
4. Memisahkan pangan matang dan pangan mentah.
Artinya saat menyimpan makanan seperti daging sapi, daging unggas ataupun seafood menggunakan wadah terpisah dan menggunakan peralatan memasak yang berbeda untuk pangan matang dan pangan yang masih mentah. Simpan pangan dalam wadah untuk menghindari kontak antara pangan mentah dan pangan matang.
5. Gunakan air dan bahan baku yang aman
Terakhir yang tidak kalah penting dari keamanan pangan adalah menggunakan air dan bahan baku yang aman, pilihlah pangan yang segar dan bermutu, cucilah buah atau sayur bila ingin di konsumsi mentah serta jangan mengkonsumsi pangan yang sudah kadaluarsa.
Bahan baku, termasuk air dan es dapat terkontaminasi oleh mikroba patogen dan bahan kimia berbahaya. Racun dapat terbentuk dari pangan yang rusak dan berjamur. Memilih bahan baku dan perlakuan sederhana seperti mencuci dan mengupas kulitnya, dapat mengurangi risiko.
Sumber: https://dkpp.jabarprov.go.id/post/739/5-kunci-keamanan-pangan
https://bbpombandung.app/kms/artikel/16/5-kunci-keamanan-pangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar