Pengawet Makanan Alami, Sehat dan Aman
Dikonsumsi
Oleh: Rahmah Indrayati, SP
Penyuluh Pangan
Dinas Ketahanan Pangan
Kabupaten Indragiri Hulu
Makanan yang
Kita konsumsi setiap hari merupakan bahan makanan yang sifatnya mudah rusak,
sehingga makanan yang terlalu lama disimpan akan basi. Kondisi ini akan menjadikannya
sudah tidak layak untuk dikonsumsi dan apabila dipaksakan akan menimbulkan
gangguan pencernaan dan kesehatan tubuh lainnya. Semua bahan makanan baik yang
mentah dan belum mengalami proses memasak hingga yang sudah dimasak dan siap
santap cenderung mudah untuk rusak sehingga kemudian muncul ide untuk
menjadikan makanan lebih tahan lama.
Pengawet makanan merupakan salah satu zat aditif atau bahan tambahan pangan
yang bermanfaat untuk mencegah makanan tidak cepat busuk.
Selain pengawet makanan buatan yang umumnya terdapat dalam makanan
kemasan, terdapat pengawet makanan alami yang lebih sehat.
Bahan pengawet makanan alami akan membantu mencegah pembusukan makanan akibat mikroba, seperti jamur,
ragi, dan bakteri.
1. Garam. Selain menambah cita rasa makanan, garam bermanfaat untuk
mengawetkan makanan, seperti asinan, ikan asin, atau telur asin.
Sebagai pengawet makanan alami, garam menghambat pertumbuhan mikroba dengan cara menarik molekul air di
dalam makanan. Proses ini juga dikenal sebagai osmosis
2.
Gula. Sama seperti garam, gula juga
memiliki sifat osmosis yang bisa mengurangi kadar air dalam makanan. Hal ini
membatasi pertumbuhan mikroba dan menjaga kesegaran makanan.
Namun, gula umumnya hanya bekerja efektif untuk mengawetkan
makanan dalam kondisi kedap air, seperti dalam toples tertutup
3. Cuka merupakan produk hasil dari fermentasi gula,
salah satunya adalah cuka
apel yang berasal dari olahan sari
buah apel
4. Bawang putih memiliki sejumlah
keunggulan, termasuk kandungan senyawa antimikroba yang membantu melawan
pertumbuhan bakteri pada makanan
5.
Cabai biasa dan cabai rawit tentu menghasilkan sensasi pedas saat
Anda konsumsi. Makanan
pedas diketahui dapat melawan bakteri dan
membuat makanan segar lebih lama.
Sifat antibakteri dari cabai ini terbukti efektif untuk menekan pertumbuhan
bakteri, seperti Vibrio cholerae, Staphylococcus aureus, dan Salmonella typhimurium.
6.
Buah lemon memiliki kandungan asam sitrat yang
berfungsi sebagai pengawet makanan alami.
Kandungan asam organik ini umumnya memiliki tingkat keasaman (pH) antara 3 hingga 6 yang tergolong aman
untuk Anda konsumsi.
Menambahkan asam sitrat ke dalam makanan dapat menghambat
pertumbuhan bakteri yang memicu proses pembusukan.
7.
Selain sebagai penyedap untuk
daging steik, kandungan antioksidan dalam rosemary memiliki manfaat dalam mengawetkan
makanan.
Dua kandungan dalam ekstrak rosemary, yakni asam rosmarinic dan asam carnosic, diketahui dapat menghambat
oksidasi lemak dan minyak yang menimbulkan bau busuk.
Maka dari itu, Anda bisa menambahkan taburan rosemary saat mempersiapkan daging
atau makanan lain untuk memperpanjang umur simpannya
Sumber: https://tanamanpangan.pertanian.go.id/detil-konten/iptek/16
suksesjayamlg.com/dnews/2/tips-mengawetkan-bahan-makanan-secara-alami.html
https://pertanian.jogjakota.go.id/detail/index/15067#:~:text=Pestisida%20nabati%20merupakan%20senyawa%20kimia,maupun%20tumbuhan%20pengganggu%20(gulma).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar