PANGAN SEGAR BEBAS RESIDU PESTISIDA
Oleh: Rahmah Indrayati, SP
Penyuluh Pangan
Dinas Ketahanan Pangan
Kabupaten Indragiri Hulu
Pangan Segar Asal
Tumbuhan (PSAT) adalah pangan asal tumbuhan yang dihasilkan dari proses pasca
panen untuk konsumsi, maupun sebagai bahan baku.(24/1/2021)
Pangan Segar Asal
Tumbuhan merupakan pangan yang beresiko tinggi terhadap cemaran kimia (residu
pestisida, mikotoksin, logam berat) yang dapat mengganggu kesehatan manusia
sehingga perlu dilakukan pengawasan keamanan pangan terhadap pemasukan pangan
segar asal tumbuhan mulai dari tempat produksi.
Permentan
RI nomor 53/PERMENTAN/KR.040/12/2018 menyebutkan bahwa keamanan pangan segar
asal tumbuhan (PSAT) adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk
mencegah PSAT dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang
dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak
bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk
dikonsumsi.
Dewasa
ini penggunaan zat kimia seperti pestisida masih banyak digunakkan oleh para
petani untuk memberantas hama dan penyakit tanaman, selain itu penggunaan
pestisida bertujuan agar hasil produksi meningkat dan kualitasnya baik. Dengan
penggunaan pestisida maka secara langsung maupun tidak langsung, bahan pangan
tersebut akan terkontaminasi oleh residu pesisida yang ditinggalkannya.
Efek Residu
Pestisida terhadap Manusia bermacam-macam, dari kasus yang ringan hingga yang
berat. Contoh kasus yang ringan, bahaya pestisida mencakup timbulnya sejumlah
gejala, yaitu sakit kepala, mual, otot terasa nyeri, kesemutan dan rasa lelah
yang luar biasa. Untuk kasus berat, dapat menimbulkan kanker dan menurunkan
kekebalan tubuh.
Solusi
untuk menghilangkan/ mengurangi residu pestisida pada sayuran dan buah :
1. Mencuci buah/sayuran
dengan menggunakan air mengalir dengan harapan residu pestisida yang menempel
tersebut dapat larut atau hilang.
2. Mencuci sayur/buah dengan sabun khusus
food grade atau campuran air dengan jeruk nipis/lemon/garam/cuka
putih/bubuk kunyit/baking soda kemudian dicuci di bawah air mengalir
selama 30 detik.
3. Menggosok
bagian-bagian sayur/buah dengan detail pada saat proses pencucian, misalnya
pada lipatan halus, tangkai, serta gumpalan kuntum bunga pada kol dan brokoli
dan lain-lain.
4. Tidak disarankan
mencuci menggunakan air di dalam wadah karena residu pestisida masih bisa
menempel
5. Mengupas kulit buah
untuk menurunkan residu pestisida.
6. Membuang lapisan
terluar dari sayuran yang berlapis-lapis seperti pada selada, kol, dan sawi.
Bagian terluar ini paling banyak terpapar pestisida, sehingga lebih baik tidak
dikonsumsi.
7. Merendam sayur dan buah
pada air panas atau dikenal dengan blanching efektif menurunkan residu 38-97%,
karena air panas dapat memicu pelepasan dan pengurangai pestisida ke dalam
air dan uap air.
8. Merebus sayur
juga efektif menurunkan residu pestisida, termasuk pestisida sistemik.
9. Setelah memastikan
tidak ada lagi kotoran/pestisida yang menempel pada buah/sayur, keringkan
dan tempatkan sayur/buah ke dalam wadah yang bersih.
10. Menanam secara mandiri sayur-sayuran dan
buah.
Sumber:
https://pertanian.jogjakota.go.id/detail/index/12184
Tidak ada komentar:
Posting Komentar