
Oleh:
Rahmah Indrayati, SP
Penyuluh
Pangan
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indragiri Hulu
Makanan yang Kita konsumsi setiap hari merupakan bahan makanan yang sifatnya mudah rusak, sehingga makanan yang terlalu lama disimpan akan basi. Kondisi ini akan menjadikannya sudah tidak layak untuk dikonsumsi dan apabila dipaksakan akan menimbulkan gangguan pencernaan dan kesehatan tubuh lainnya. Semua bahan makanan baik yang mentah dan belum mengalami proses memasak hingga yang sudah dimasak dan siap santap cenderung mudah untuk rusak sehingga kemudian muncul ide untuk menjadikan makanan lebih tahan lama. Nah, berikut ini beberapa cara mengawetkan bahan makanan yang aman agar lebih tahan lama.
1. Pendinginan
Cara ini
adalah cara yang paling dikenal oleh masyarakat pada umumnya sebab cara ini
sudah sering digunakan oleh masyarakat desa maupun perkotaan. Pada dasarnya,
konsep pendinginan adalah memasukkan makanan di sebuah tempat yang bersuhu
rendah. Kita dapat memanfaatkan kulkas. Di dalam kulkas kita dapat mengawetkan
sosis, kentang,
sayur, daging, telur, buah,
bahkan ikan. Kita juga
bisa memakai wadah yang berisi es. Wadah yang berisi es tersebut biasa dipakai
para nelayan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya. Suhu pengawetan makanan
dengan pendinginan antara
-4° sampai 0° Celcius.
2. Pengeringan
Teknik
pengeringan dengan cara dijemur, dioven, atau dipanaskan. Prinsip pengeringan
menggunakan prinsip bahwa mikroorganisme menyukai tempat yang lembab dan basah
yang memiliki kadar air. Jadi semakin kering makanan, mikroorganisme akan mati
dan pembusukan tidak akan terjadi.
3. Pengasapan
Cara
mengawetkan dengan pengasapan dilakukan dengan menaruh makanan di dalam sebuah
tempat yang kemudian akan diasapi dari bawah. Mengawetkan makanan dengan cara
seperti ini sebenarnya belum mampu membuat makanan benar-benar awet dalam
jangka waktu yang lama karena pada
umumnya cara ini masih harus dipadukan dengan
pengasinan dan pengeringan.
4. Pengalengan
Cara yang
satu ini termasuk paduan antara teknik kimiawi dan fisika. Teknik kimiawi yaitu
dengan cara memasukkan zat pengawet, sedangkan fisikannya dengan memasukkan
makanan ke dalam ruang hampa udara. Makanan dimasukkan ke dalam kaleng
aluminium atau benda logam lainnya lalu diberi zat pengawet seperti garam,
asam, atau gula. Biasanya yang diawetkan dalam kaleng adalah sayur-sayuran,
buah-buahan, ikan, daging, susu, kopi, teh, dan
lain-lain.
5. Pemanisan
Cara
pengawetan makanan ini dengan memasukkan makanan ke dalam medium yang
mengandung gula dengan kadar konsentrasi sebesar 40% untuk menurunkan kadar
mikroorganisme. Jika kadar konsentrasinya 70% maka dapat mencegah kerusakan
makanan. Contoh makanan yang diawetkan dengan cara ini adalah susu, agar-agar,
jeli, dan manisan buah.
6. Pengasinan
Cara yang
terakhir ini tentu saja menggunakan bahan yang sering kita pakai yaitu garam
dapur. Maka dari itu cara ini bisa juga disebut dengan teknik penggaraman.
Garam merupakan zat yang bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme pembusuk.
Cara ini biasa digunakan pada masyarakat pesisir pantai untuk membuat ikan
asin. Pembuatan ikan asin ini juga merupakan paduan antara teknik pengeringan
dan pengasapan. 
Sumber: https://suksesjayamlg.com/dnews/2/tips-mengawetkan-bahan-makanan-secara-alami.html
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6295010/7-teknik-pengawetan-makanan-apa-saja




Tidak ada komentar:
Posting Komentar